You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Genangan Dampak Luapan Sungai Ciliwung di Jaktim dan Jaksel Berangsur Surut
photo Aldi Geri Lumban Tobing - Beritajakarta.id

Genangan Dampak Luapan Sungai Ciliwung di Jaktim dan Jaksel Berangsur Surut

Genangan dampak luapan Sungai Ciliwung yang terjadi pada beberapa wilayah RT di Jakarta Timur dan Selatan, Kamis (5/5) pagi, menjelang siang  berangsur surut.

Ditargetkan genangan akan surut dalam waktu cepat

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Insaf menyebutkan, dari sebelumnya 45 RT yang tergenang pada pukul 06.00,  menjadi 35 RT pada pukul 09.00. Semakin siang, jumlah wilayah yang tergenang pun terus berkurang

Dia merinci, 35 RT yang tergenang sampai pukul 09.00 itu tersebar di Jakarta Timur sebanyak  26 RT dan sembilan RT di Jakarta Selatan. Adapun ketinggian genangan berkisar 40 sampai 125 sentimeter.

Tim P3W Jaktim Telusuri Saluran Air Pemicu Banjir di Cawang

Insaf menjelaskan, satgas dari lintas SKPD/UKPD didukung oleh petugas PPSU kelurahan sudah dikerahkan sejak pagi untuk  melakukan penanganan genangan di lokasi.

"Ditargetkan genangan akan surut dalam waktu cepat," ucapnya.

Menurut Insaf, puluhan RT yang terdampak luapan Sungai Ciliwung ini tersebar di Kelurahan Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, Pejaten Timur, Rawajati dan Kebon Baru.

"Untuk warga yang mengungsi karena timbulnya genangan tersebut nihil,” tandas Insaf

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6153 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1399 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1276 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1271 personAnita Karyati